Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Tren staycation di hotel diperkirakan akan meningkat kembali pada momen Lebaran 2021. Menurut Corporate Director of Sales Tauzia Hotel Management Indonesia Alice Sulistyawati, hal itu disebabkan adanya kenaikan pemesanan hotel pada periode Lebaran sebanyak 30 persen dibandingkan periode new normal selama pandemi. “Saat ini pemesanan hotel pada periode Lebaran sudah mulai terlihat ada kenaikan sebanyak 30 persen dari periode sebelumnya,” ujar Alice kepada Kompas.com dalam virtual media gathering, Selasa (20/4/2021).

 

Ia menjelaskan, hal tersebut merupakan salah satu dampak dari adanya kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia selama periode 6-17 Mei 2021. Selain itu, meningkatnya keinginan untuk staycation juga dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yang kini sudah dapat menyesuaikan diri terhadap situasi pandemi dengan lebih mengedepankan protokol kesehatan ketika bepergian. Hal serupa juga disampaikan oleh Priya Vohra selaku VP of Business Operations agen perjalanan daring Pegipegi. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan survei pada 25 Maret—1 April 2021 untuk mengetahui preferensi masyarakat Indonesia terkait pulang kampung pada Lebaran tahun ini.

 

Berdasarkan hasil survei mereka, diketahui bahwa sebelum adanya larangan mudik, sebanyak 28 persen responden memutuskan tidak pulang kampung tahun ini. “Dari hasil survei yang kami lakukan, diketahui bahwa sebanyak 72 persen responden berencana pulang kampung di tahun 2021, sedangkan 28 persen memutuskan tidak pulang kampung di tahun 2021,” tutur Priya. “Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya ingin mudik pada periode Lebaran tahun ini, karena sebagian besar dari mereka tidak mudik pada Lebaran tahun 2020 lalu,” lanjutnya. Baca juga: Ide Staycation di Linggarjati Kuningan Saat Libur Lebaran Adapun ia juga menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan responden untuk tidak pulang kampung, di antaranya 77 persen dari mereka merasa khawatir tertular virus Covid-19 ketika bepergian, lalu 61 persen khawatir akan membawa virus Covid-19 ke keluarganya. Sementara itu, 45 persen belum mendapatkan vaksinasi, 40 persen responden khawatir daerah tujuannya termasuk dalam zona merah, dan 38 persen responden merasa harga tiket relatif masih mahal. Hal ini kemudian meningkatkan preferensi bepergian saat Lebaran yang menunjukkan bahwa sebanyak 69 persen masyarakat berencana untuk staycation saat Lebaran, dan 28 persen masyarakat ingin melakukan staycation di luar kota namun masih dekat dengan kota tempat mereka tinggal.

 

Makna staycation

Menurut Inn on the Drive.com, staycation adalah kegiatan liburan di dekat rumah. Banyak orang memilih untuk tetap tinggal di rumah selama staycation. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang memilih untuk menginap di hotel selama staycation hanya untuk keluar dari rumah. Hotel yang dipilih biasanya masih berada dalam area tempat tinggal mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *